Hai
Apa kamu masih ingat aku?
Jujur, sebelumnya aku tidak ingin menulis surat ini untuk mu.
Karna bagiku, bicara secara langsung padamu sebenarnya akan membuatku lega dan tidak perlu gelisah.
Tapi waktu yang sangat singkat itu menghalangiku.
Aku sangat-sangat mencintai dan menyayangimu.
Bagiku kau adalah bintang yang menerangi cahaya tergelap dalam diriku.
Melalui surat ini aku ingin mengatakan, bahwa sudah lama sekali sejak peristiwa itu.
Selama sekian mungkin saat aku beranjak berumur 7 tahun, disaat anak-anak seusia diriku masih bermain. Namun apa yang kulakukan? Aku mengerahkan seluruh hidupku untuk mu bahkan jika kau tak tahu sekalipun itu diriku hingga saat kita beranjak dewasa.
Aku tahu, aku ini perempuan egois. Perempuan yang tega memanfaatkan kesempatan yang licik dan tega membuatmu menderita. Tapi setidaknya, aku berterima kasih padamu. Telah mengizinkanku untuk memilikimu meski hanya sekejap. Secangkir Coffee dan Coklat panas yang selalu menemani hari-hariku disaat kamu, bersama dia.
Sakit yang kuderita ini, tidak sesakit perasaan yang hancur melihatmu bahagia dengan yang lain. Biarlah ku simpan sakit ini, hanya untuk diriku sendiri tanpa mau berbagi denganmu.
Terimakasih untuk perhatian sehari di rumah sakit, kau menemaniku dan berharap aku bisa sembuh dan kembali ke pelukanmu dan takkan kamu lepaskan lagi. Perhatian kamu berikan sangat berarti dan aku sangat bersyukur akan hal itu.
Maaf. Jika saat menerima surat ini, mungkin hanya ada dua kenyataan yang kamu terima. Masih hidup atau sudah meninggal, dan jika Tuhan masih memberiku kasih sayangnya yang tiada tara, aku ingin bersama mu, menemani hari-harimu yang kelam saat ku tinggalkan dan kamu menyadari untuk siapa sesungguhnya yang memiliki hatimu. Jangan menyesal, karna aku sangat bahagia bisa mencoba mencicipi sedikit rasa dan berada di dalam kehidupanmu.
Suatu saat, mungkin kita akan bertemu kembali dengan reinkanasi diri kita yang berbeda dan disitu aku berharap kisah di masa depan yang akan datang itu tidak seperti kisah kita ini.
Karna aku tidak menyukai air hujan yang jatuh menuruni wajahmu disaat menyesal ketika aku telah tiada. Sampai jumpa di kehidupan yang mendatang.
Karna hingga dulu, kini maupun di masa depan hati ini masih tetap dan akan selau menjadi milikmu..
Yours
Teman masa kecilmu.